Buah Tangan

  • Layanan
  • Produk
  • Berita
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Produk
  • Berita
  • Tentang Kami

Manco Ketan Wijen

Camilan Unik dan Menarik

Manco Ketan Buahtangan

Manco Ketan | Photo by Oleh oleh Batu Buah Tangan

Salah satu oleh-oleh yang perlu kamu coba saat sedang liburan di Jawa Timur adalah Manco Wijen. Camilan tradisional yang punya bentuk unik dan memiliki rasa yang manis. Ternyata manco punya cerita lho. Yuk baca artikel berikut selengkapnya. 

Awal Mula Manco

Mengutip dari Wikipedia, Manco adalah kue kering atau camilan terkenal di Indonesia. Dengan memiliki rasa renyah, manis legit, yang memiliki tekstur renyah namun kopong/keropos di bagian dalam. Manco terkenal dan menjadi makanan khas di beberapa daerah, yaitu di Madiun, Trenggalek yang terletak di Jawa Timur, dan juga Purbalingga di Jawa Tengah.

Kue Manco merupakan warisan kuliner yang sering disajikan pada keluarga Kerajaan Gelang-gelang, yang berpusat di Dolopo, Madiun. Kerajaan yang diperkirakan berdiri abad ke-13. Menurut penuturan warga lokal dan para sesepuh, resep kue manco telah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Konon, kue ini sudah ada sejak masa kerajaan dan sering disajikan dalam acara-acara sakral atau penyambutan tamu kehormatan. Namun belum ada sumber spesifik & valid yang menjelaskan tentang sejarah manco tersebut. 

Di Desa Tambakmas, kue manco awalnya hanya dibuat di dusun grogol. Konon katanya jika dibuat diluar dusun tersebut, kue tidak akan terbentuk dan memiliki serat didalamnya. Dikutip dari tulisan Kak Dika Andrian di Blogspot, manco awalnya terkenal dengan manco karok (terbuat dari beras yang berwarna putih dan merah), yang merupakan simbol panji-panji dari kerajaan Gelang-gelang. 

Ada legenda lokal yang menyebutkan bahwa keberadaan kue manco berkaitan erat dengan tokoh bernama Raden Mas Lontang. Cerita rakyat ini menambah nilai mistis dan historis, membuat kue manco dianggap sebagai warisan budaya yang harus dijaga keasliannya oleh masyarakat Tambakmas.

Manco Dahulu dan Sekarang

Manco dahulu memiliki bungkus yang terbuat dari daun jati yang dibentuk seperti contong, adapula yang dibuat dengan bentuk segitiga, bulan dan kotak. Manco ditabur dengan ketan kering (rengginang). Seiring perkembangan budaya, manco mengalami perkembangan dan variasi, diantaranya adanya Manco kacang, wijen, dan beras. Digoreng menggunakan pasir dan dibalut dengan gula mera yang manis dan lengket. Permukaan ditaburi biji, kacang wijen, beras.

Baca Juga: Sambal kecombrang, Rasanya Unik dan Kaya Manfaat

Festival Manco

Madiun merupakan salah satu sentra produksi manco di jawa timur. Popularitas manco di Jawa Timur membuat oleh-oleh ini semakin terkenal dan dicari. Salah satu dampaknya, masyarakat kota Madiun menyelenggarakan Festival Kue Manco yang mendapatkan penghargaan dari Rekor MURI di tahun 2023. Festival kue manco masuk ke Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai sajian terbanyak dengan total 50 ribu kue di atas 455 gunungan tumpeng. 

 

Festival Manco kini menjadi salah satu festival budaya unik di Madiun. Diadakan setiap 5 tahun sekali untuk mempertahankan warisan budaya dan mempromosikan budaya kuliner lokal agar tetap lestari.

Apa saja Bahan-bahan Manco?

Salah satu ciri khas utama Manco Wijen adalah bagian tengahnya yang bolong atau kopong. Rahasia di balik tekstur ini terletak pada bahan baku dan proses pengolahannya yang menarik. 

  • Tepung Pilihan: Bahan utama manco adalah tepung beras, tepung ketan yang diolah sedemikian rupa hingga membentuk adonan yang elastis. Ada pula yang terbuat dari tepung tapioka. Manco dari tepung ketan relatif lebih mahal. 
  • Penjemuran: Sebelum digoreng, adonan manco harus dijemur di bawah sinar matahari langsung. Hal inilah yang membuatnya mengembang dan menciptakan rongga di tengah saat digoreng. Setelah itu bahan dipotong, kemudian dijemur lagi hingga benar-benar kering. 
  • Lapisan Gula Merah: Setelah matang, kue dicelupkan ke dalam lelehan gula merah (karamel) yang berfungsi sebagai perekat alami untuk toppingnya. 
  • Variasi Topping: Manco original biasanya digulingkan dalam butiran beras seperti rengginang. Kini ada variasi topping seperti kacang, wijen, dsb. 

Makna di Balik Manco

Di balik rasa yang enak, Manco Wijen juga menyimpan filosofi yang mendalam. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut: 

  • Ketan yang Lengket: melambangkan keeratan hubungan antar sesama manusia/keluarga.
  • Toping yang Melimpah: Simbol kesuburan dan rejeki yang terus mengalir.
  • Gula Merah: manisnya hubungan kekerabatan.

Karena maknanya yang baik inilah, Manco Wijen sering dijumpai dalam acara hajatan, pernikahan, hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri. Manco sering digunakan untuk hantaran acara pernikahan. 

Tips Memilih Manco Wijen Berkualitas

Kalau kamu berencana membeli Manco, ada baiknya mencermati tips-tips berikut: 

  • Warna Wijen: Pilih yang wijennya berwarna putih bersih dan merata.
  • Ketahanan: Manco yang bagus tidak berbau tengik meskipun disimpan dalam waktu cukup lama (biasanya bertahan 2-3 bulan dalam wadah kedap udara).
  • Tekstur: Pastikan kue terasa ringan dan sangat renyah saat digigit.

Manco Wijen adalah bukti nyata kekayaan kuliner nusantara yang mampu bertahan melintasi zaman. Dari Desa Tambakmas hingga ke meja makan keluarga di seluruh Indonesia, sejarah dan rasa otentiknya tetap terjaga. Jika Anda berkunjung ke Jawa Timur, pastikan untuk membawa pulang sepotong sejarah ini sebagai buah tangan. Manco juga dapat dibeli di Pusat oleh-oleh batu Buah Tangan. 

Referensi: 

https://www.purbalinggakab.go.id/manco-memang-cocok/#:~:text=Manco%20adalah%20kue%20kering%20berlapis,terasa%20renyah%20namun%20juga%20legit. 

https://id.wikipedia.org/wiki/Manco 

https://www.detik.com/jatim/kuliner/d-7564929/mengenal-festival-kue-manco-khas-madiun 

https://desatambakmas.blogspot.com/2019/07/sejarah-manco.html 

https://www.kompasiana.com/istiyogi/630b3a7a08a8b54895329c33/sejarah-manco-kue-di-masa-kerajaan-gelang-gelang?page=2&page_images=1 

View this post on Instagram

A post shared by KJRI Cape Town (@indonesiaincapetown)

Buah Tangan Kota Batu

Toko oleh-oleh camilan buah yang renyah, higienis, halal khas kota Malang dan Batu dengan Bahan Baku Premium

Related Posts

Teng Teng Apel Buahtangan
Artikel

Teng-Teng Apel Kota Batu

Teng-teng Apel adalah Camilan yang terbuat dari potongan apel bersalut coklat. Baca artikel ini selengkapnya

by Buah Tangan Kota Batu
January 20, 2026
Bakso Cuanki Oleh Oleh Batu Buahtangan
Artikel

Cuanki: Bakso Adaptasi Choan Kie

Bakso cuanki khas Bandung yang ternyata mirip dengan Bakso Khas Malang. Bedanya apa ya? Baca artikel ini selengkapnya

by Buah Tangan Kota Batu
January 15, 2026
Kerupuk Seblak | Photo by Buah Tangan Oleh oleh Batu
Artikel

Kerupuk Seblak: Makanan ‘Nyeblak’ dengan Cita Rasa Unik

Kerupuk Seblak adalah makanan unik yang populer, dan ternyata memiliki kisah yang perlu kamu tahu. Baca selengkapnya.

by Buah Tangan Kota Batu
January 12, 2026
Keripik Sayur Mix Segar |Photo by Buah Tangan Oleh oleh Batu
Artikel

Keripik Sayur: Camilan Sehat dan Enak

Apakah kamu suka camilan? Keripik Sayur merupakan salah satu opsi camilan enak yang menyehatkan. Simak artikel ini selengkapnya

by Buah Tangan Kota Batu
January 6, 2026

Discussion about this post

View this post on Instagram

A post shared by Oleh Oleh Khas Malang Batu (@buahtangangrup)

Alamat: Jl. Ir. Soekarno No.374, Mojorejo, Kec. Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur

CONTACT US

CUSTOMER CARE

0821 - 3249 - 2659

Reservasi Rombongan

TENTANG KAMI

FAQ

KABAR BUAH TANGAN

WE'RE ALSO HERE

  • 0821-3249-2659
  • @buahtangangrup
  • Buah Tangan Group

Alamat: Jl. Ir. Soekarno No.374, Mojorejo, Kec. Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur

CONTACT US

CUSTOMER CARE

0821 - 3249 - 2659

Reservasi Rombongan

TENTANG KAMI

FAQ

KABAR BUAH TANGAN

WE'RE ALSO HERE

  • 0821 - 3249 - 2659
    0821 - 3249 - 2659
  • @buahtangangrup
    @buahtangangrup
  • Buah Tangan Grup
    Buah Tangan Grup
2923