Siapa yang suka seblak? Camilan enak di lidah ini merupakan makanan unik yang berasal dari Sunda, yang kini telah mendunia. Jika kamu salah satu penggemar Seblak, kamu perlu tau lebih dalam tentang makanan berikut. Baca lebih detail di artikel berikut!
Awal Mula Seblak
Tidak ada catatan resmi tentang awal mula atau sejarah seblak. Namun dalam berbagai sumber menyebutkan sejarah seblak lahir sejak zaman kemerdekaan, terutama di daerah Parahyangan seperti Garut dan Bandung. Dilansir dari Liputan 6, pada buku Gastronomi Indonesia sebagai Identitas Budaya dan Daya Tarik Wisata (Suci Sandi Wachyuni, 2023:39), menyebutkan bahwa seblak berasal dari makanan bernama kerupuk leor, kerupuk mentah yang dimasak dengan bawang putih dan cabai rawit hingga lunak.
Seblak berawal saat persediaan kerupuk di Kota Bandung sangat melimpah. Banyaknya kerupuk yang digoreng lama kelamaan kerupuk menjadi tidak enak seperti saat dibuat, sehingga masyarakat mengolah kembali kerupuk tersebut agar tetap dapat dikonsumsi. Kuliner ini mulai populer di awal tahun 2000-an.
Dalam beberapa sumber, seblak lahir dari keterbatasan kemampuan sosial dan ekonomi masyarakat Bandung. Masyarakat mengolah makanan dari bahan seadanya, seringkali dianggap sebagai makanan darurat.
Mengutip dari Mojok.co, Seblak diambil dari bahasa sunda “nyeblak” yang memiliki makna “mengejutkan” atau “kaget”. Selain makna itu, ada juga yang menyebutkan bahwa seblak berasal dari serapan kata “segak” dan “nyegak” yang mempunyai makna menusuk hidung atau menyengat. Makna yang sangat relevan dengan rasa seblak yang pedas, menyengat, serta memiliki aroma kencur yang kuat.
Seblak memiliki komposisi sederhana dari kerupuk, kemudian bumbu-bumbu utama seperti cabai rawit, bawang putih dan kencur. Kini berbagai topping seperti sosis, bakso, ceker, daging, tulang, hingga olahan seafood. Seblak mengalami inovasi berbagai macam teknik pengolahan, seperti seblak basah, kering, bakar, hingga seblak instan. Kini, seblak menjadi makanan populer yang tersedia di banyak kota, hingga ke negara lain, seperti Thailand.
Cermati Bahaya Makan berlebih Seblak
Memakan seblak pada dasarnya tidak dilarang, namun kita perlu mencermati pola konsumsi camilan ini. Bagi kamu yang tetap ingin mendapat manfaat nutrisi saat mengkonsumsi seblak, ada baiknya jika dikonsumsi dengan makanan tambahan yang segar, seperti telur, seafood, atau sayuran.
Konsumsi seblak berlebih tentu dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Mengutip dari situs HaiBunda, ahli gizi dr. Tan Shot Yen mengungkap bahwa seblak memiliki bahan utama yang terbuat dari kerupuk, yang tidak bernutrisi serta mengandung garam yang tinggi, dan penyedap rasa. Konsumsi tinggi pada seblak dapat mengakibatkan masalah gizi dalam jangka panjang. Hal ini dapat menyebabkan kecanduan pedas, dehidrasi, iritasi lambung (gastritis erosif), malnutrisi dan ancaman penyakit lainnya.
Untuk tetap menjaga kesehatan, sebaiknya kita mengurangi intensitas konsumsi. Waktu ideal mengonsumsi dengan rentang 1-2 kali dalam seminggu. Semakin minim tingkat kepedasan maka semakin aman bagi lambung. Terakhir, jangan lupa konsumsi rutin air mineral agar mencegah dehidrasi. Tidak dianjurkan pula untuk mengkonsumsi seblak dalam keadaan kosong.
Seblak adalah salah satu camilan yang dapat kamu beli di Buah Tangan Oleh oleh Batu! Jika kamu merindukan rasa pedas dan aroma kencur yang unik saat berlibur ke Batu, beli saja di Buah Tangan. PT. Buah Tangan Grup adalah satu pusat oleh-oleh terdekat yang dapat kamu kunjungi di kota Batu, dengan area strategis yang berdekatan dengan beberapa wahana, seperti Jawa Timur Park, Wisata Edukasi Susu Batu, dan lainnya. Segera kunjungi Buah Tangan Pusat Oleh-oleh Batu!
Produk di pusat oleh-oleh Buah Tangan juga dapat dipesan secara online di Lokapasar Shopee, klik tautan ini

Toko oleh-oleh camilan buah yang renyah, higienis, halal khas kota Malang dan Batu dengan Bahan Baku Premium





Discussion about this post