Salah satu opsi destinasi wisata yang gratis adalah Alun-alun Kota Batu. Ruang Publik ini selalu menjadi daya tarik wisata baik pengunjung lokal maupun dari luar kota. Kira-kira ada apa saja di Alun-alun Batu? Yuk baca artikel ini selengkapnya.Â
Sejarah Awal Mula Alun-alun Batu
Sebagai salah satu kota yang memiliki daya tarik wisata, Batu yang dijuluki Kota Apel memiliki Ruang terbuka yang menjadi objek wisata, yaitu Alun-alun ikonik dengan bentuk Apel. Dikutip dari Tourism Information Center Kota Batu, Sejarah Alun-alun Kota Wisata Batu (KWB) dibangun pertama kali sejak jaman Belanda di Abad ke 17 sebagai taman perkantoran Belanda, karena pada masa itu di area sekitar alun-alun merupakan area perkantoran, penjara, perniagaan dan lain-lain.Â
Alun-alun KWB mengalami beberapa kali perubahan dan pembangunan, diantaranya:Â
Abad ke 17
Pembangunan oleh Pemerintah Belanda, diberi nama Taman Perkantoran Hindia Belanda. Alun-alun yang merupakan lokasi saat ini, dulunya merupakan pasar kecamatan Batu.Â
Di Tahun 1942
Taman Perkantoran Hindia Belanda diresmikan menjadi Alun-alun Batu dengan nama Taman Tari Banyu. Nama ini ditetapkan karena terdapat air mancur di tengah bundaran. Lokasi tersebut berada didepan Pos Polisi Plaza Batu, yang saat ini menjadi sebuah bundaran untuk u-turn.Â
Tahun 1970
Taman bundar tersebut memiliki kolam bundar dan tugu lancip berdiri di tengah kolam.Â
Di tahun 1980-an
Renovasi pembangunan Monumen Buah Apel tepat di tengah alun alun. Di momen tersebut merupakan tanda jika kota Batu menjadi salah satu lokasi dengan petani yang menanam buah apel terbanyak di Indonesia. Tugu Apel yang dibangun memiliki warna hijau kemerahan seperti apel jenis Rome Beauty.
Tahun 1982
Renovasi pembangunan Monumen Buah Apel tepat di tengah alun alun. Di momen tersebut merupakan tanda jika kota Batu menjadi salah satu lokasi dengan petani yang menanam buah apel terbanyak di Indonesia. Tugu Apel yang dibangun memiliki warna hijau kemerahan seperti apel jenis Rome Beauty.
Alun–alun yang dulu merupakan eks pasar mengalami Kebakaran. Hal ini yang menyebabkan adanya relokasi pasar ke lahan terminal yang kini menjadi Plaza Batu. Hingga tahun 1984, pasar direlokasi ke jl. Dewi Sartika. Adapun Alun-alun Kecamatan Batu dibangun di eks pasar tersebut, bekerjasama dengan pabrik rokok Bentoel Malang. Di tahun 1985 alun-alun resmi berdiri dengan monumen berwujud logo Bentoel dan dilengkapi ornamen tebing batu buatan yang dilengkapi kolam dan taman.Â
Tahun 1993-1994
Alun-alun Batu mengalami perombakan total. Monumen Bentoel dirobohkan dan juga ornamen tebing batu buatan. Tugu Apel dibangun lebih besar di tengah alun-alun, adapun tugu yang di atas bunga kol di area bundaran dibongkar.Â
Tahun 2002
Kota Batu resmi naik status dari Kota Administratif menjadi sebuah Kota di tanggal 17 Oktober 2001. Alun-alun dilakukan renovasi kembali dengan nama Alun-alun 1000 Bunga namun dengan tidak melupakan Monumen Buah Apel yang diletakkan di sisi timur alun-alun. Monumen dibangun sebagai tanda bahwa kota Batu mengalami perkembangan yaitu dengan banyaknya petani bunga hias. Pada momen tersebut kota Batu juga memiliki julukan kota bunga, selain kota apel.Â
Tahun 2007
Pemugaran dilakukan kembali sejalan dengan terpilihnya Walikota pertama. Alun-alun KWB menggabungkan berbagai konsep dari Taman Tari Banyu, Monumen Apel, dan Taman 1000 Bunga yang sebelumnya dirancang.Â
Alun-alun mengalami perombakan kembali di 2010 dan diresmikan 7 Mei 2011. Alun-alun Batu mengalami tambahan beberapa konsep seperti tempat bermain anak-anak (playground), patung sapi, ornamen sayuran, lampion berbentuk hewan, patung kelinci, dan Ferris Wheel atau Bianglala yang menjadi ciri khas.
2010-Kini
Alun-alun mengalami perombakan kembali di 2010 dan diresmikan 7 Mei 2011. Alun-alun Batu mengalami tambahan beberapa konsep seperti tempat bermain anak-anak (playground), patung sapi, ornamen sayuran, lampion berbentuk hewan, patung kelinci, dan Ferris Wheel atau Bianglala yang menjadi ciri khas.
Baca Juga: Jipang-Jajanan Unik Masa Kecil
Fasilitas di Alun-alun Batu
Berlokasi di Jalan Sudiro, Sisir, Kecamatan Batu, Alun-alun menjadi pusat aktivitas bagi warga dan wisatawan, baik di pagi, sore, hingga malam hari. Di Alun-alun tidak dikenakan tiket masuk alias gratis, sehingga kamu tidak perlu membayar apapun. Namun apabila kamu berkunjung dengan membawa kendaraan pribadi, akan dikenakan tarif parkir yakni Rp. 2000,- untuk kendaraan roda dua (motor) dan Rp. 5000,- untuk mobil.Â
Â
Penasaran dengan vibes nya? Coba lihat foto di Siang hari dan Malam Hari berikut:Â
Akses masuk alun-alun biasanya dibuka dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, namun ada baiknya anda juga mengecek di lokasi langsung, karena sewaktu-waktu dapat berubah. Area sekitar alun-alun tetap dapat diakses selama 24 jam, jadi kamu masih tetap bisa berkeliling ke area sekitar. Alun-alun Kota Batu terletak di jantung kota Batu, di Jl. Sudiro, Sisir, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65314. Ada apa saja di Alun-alun? Di area alun-alun, kamu dapat menjumpai beberapa fasilitas seperti:Â
- Masjid Agung An-Nur
- KCP Bank/ATM
- Jajanan UMKM
- Perpusda Kota BatuÂ
- Dokar Wisata Kota Batu
- Playground/Tempat bermain
- Berbagai resto dan Kafe
Rencana Revitalisasi Alun-alun
Alun-alun kota Batu direncanakan akan direvitalisasi di tahun 2026. Mengutip dari kanal Disway Malang, Kepala DLH kota Batu menyampaikan jika dokumen Feasibility Study dan Detail Engineering Design sudah selesai, namun masih terkendala realisasi fisik yang belum bisa mengandalkan APBD.Â
Pemkot sedang menyusun kajian prospektus bisnis agar dapat menciptakan peluang skema kerjasama untuk pembangunan alun-alun ini. Di tahun 2025, pemkot telah melakukan revitalisasi fasilitas toilet umum di Alun-alun. Adapun Bianglala yang menjadi favorit pengunjung masih belum dapat beroperasi sejak 2022.Â
Alun-alun direncanakan akan memiliki fasilitas tambahan, diantaranya:Â
- Amphitheater (Panggung terbuka berundak). Sebagai wadah ekspresi kreasi dan pertunjukan para seniman di Kota batu. Area ini direncanakan terpusat di sisi timur. Adapun fasilitas penerangan akan disinergikan dengan Disparta Kota Batu.Â
- Playground /Taman bermain anak tersentral, direncanakan akan dipindah di area wahana carousel dan bianglala, terpusat di satu titik di sisi barat.Â
- Taman Segar dan Estetik, konsep taman baru yang difokuskan pada sisi utara dan selatan.Â
Revitalisasi Alun-alun kedepan diharapkan dapat memenuhi beberapa aspek kebutuhan ruang dan tata kota, seperti estetika yang merepresentasikan Kota Batu, dan mampu menyelesaikan permasalahan yang saat ini muncul, seperti kawasan parkir, lokasi PKL, bahkan problem resapan air.
Gimana pendapatmu tentang Alun-alun Batu? Apakah kamu tertarik untuk berkunjung?
Buah Tangan adalah salah satu pusat oleh-oleh terdekat yang dapat kamu kunjungi di kota Batu, dengan area strategis yang berdekatan dengan beberapa wahana, seperti Jawa Timur Park, Wisata Edukasi Susu Batu, dan lainnya. Segera kunjungi Buah Tangan Pusat Oleh-oleh Batu!Â
Produk di pusat oleh-oleh Buah Tangan juga dapat dipesan secara online di Lokapasar Shopee, klik tautan ini Â
Referensi:Â
https://www.batukita.com/2022/04/alun-alun-kota-batu-sejarah-pembangunan-dan-kisahnya.htmlÂ
https://ticbatukota.wordpress.com/2021/01/22/alun-alun-batu/Â
https://surabaya.kompas.com/read/2022/01/13/232901678/alun-alun-kota-batu-sejarah-dan-bianglala?page=allÂ

Toko oleh-oleh camilan buah yang renyah, higienis, halal khas kota Malang dan Batu dengan Bahan Baku Premium





Discussion about this post